China Nyatakan: Taiwan Merdeka Berarti Perang Akan Dimulai

China Nyatakan: Taiwan Merdeka Berarti Perang Akan Dimulai

May 31, 2024 0 By majalahbet

Majalahbet, Jakarta – China nyatakan: Taiwan merdeka berarti Perang Akan Dimulai, Negeri Tirai Bambu tersebut menegasakan kembali jika Taiwan sendiri adalah bagian dari China.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian bahkan menekankan bahwa kemerdekaan Taiwan akan memicu perang. Wu Qian menyatakan bahwa reunifikasi China adalah tren sejarah yang tak dapat diubah.

“Perpecahan tidak membawa perdamaian,” tegas Wu, merujuk pada pemisahan Taiwan dari China daratan. Seperti yang dilaporkan Xinhua, pada hari Kamis (30/05).

Dia melontarkan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media terkait pidato debut pemimpin baru Taiwan, Lai Ching-te.

 

Wu Qian menyebut pidato Lai Ching-te adalah pengakuan atas upayanya untuk mencapai kemerdekaan Taiwan dengan kekerasan dan mengandalkan kekuatan eksternal.

Dia menambahkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dengan tegas menentang hal tersebut dan menanggapinya dengan tindakan balasan yang kuat. “Aktivitas separatis yang mengupayakan kemerdekaan Taiwan merupakan ancaman nyata terbesar terhadap perdamaian di Selat Taiwan,” ungkap Wu.

Menanggapi pidato Lai, Negeri Tirai Bambu pasti akan mengambil tindakan tegas untuk menghancurkan upaya separatis kemerdekaan Taiwan dan menggagalkan campur tangan asing.

 

Kebijakan Satu Tiongkok

“Taiwan adalah bagian dari China. Cara menyelesaikan isu Taiwan adalah urusan 1,4 miliar warga China.
Bukan sesuatu yang bisa diintervensi oleh AS,” kata Wu.

Wu juga mengkritik Amerika Serikat (AS) perihal narasi palsu mengenai kebebasan navigasi yang dikeluarkan Departemen Pertahanan Negeri Paman Sam itu. “Ini adalah narasi yang salah.

Ada perbedaan besar antara navigasi dan pelanggaran, serta antara kebebasan dan kemauan,” sambungnya.

“Kami dengan tegas menentang ‘pelanggaran yang disengaja’. Dan menentang negara mana pun yang melakukan provokasi yang melanggar hukum atas nama ‘kebebasan navigasi’. Untuk merugikan kedaulatan dan keamanan negara-negara pesisir serta merusak perdamaian dan stabilitas regional,” ujar Wu.

 

Kapal perang dan pesawat militer milik AS dan sekutunya. Secara rutin berseliweran di Laut China Selatan yang disengketakan di perairan dan di atas Selat Taiwan.

Dengan alasan kebebasan navigasi di wilayah udara dan perairan internasional.

Negeri Tirai Bambu menentang aktivitas militer AS di perairan tersebut. Dan menanggapinya dengan menurunkan pesawat militer dan kapal perangnya sendiri di wilayah tersebut.

Baca Juga : Kim Yo Jong Buka Suara, Korut Serang Korsel Pakai Balon Tinja