Kasus Burning Sun Kembali Viral, Usai Film Dokumenternya Rilis

Kasus Burning Sun Kembali Viral, Usai Film Dokumenternya Rilis

June 10, 2024 0 By majalahbet

Majalahbet, Jakarta – (!-PERINGATAN-!) Artikel Ini Berisi Konten Sensitif Terkait Pelecehan, Pemerkosaan, dan Kekerasan Seksual.

Kasus Burning Sun kembali ramai disorot beberapa hari ini, Publik diingatkan kembali dengan kasus yang begitu mengejutkan industri hiburan Korea Selatan.

Melalui film dokumenter yang dirilis pada Minggu (19/05).

Dokumenter garapan BBC berjudul Burning Sun: Exposing the secret K-pop chat groups itu membongkar awal mula kasus prositusi, termasuk dugaan pelecehan seksual pertama Jung Joon-young pada 2016, peran Goo Hara, hingga keterlibatan Seungri.

Tayangan itu pula yang membongkar grup obrolan Jung Joon-young bersama teman-teman artisnya, termasuk Choi Jong-hoon hingga Seungri yang berisikan banyak foto dan video mesum hingga pemerkosaan.

Perkembangan penyidikan kasus Burning Sun lima tahun lalu juga telah menjadi berita nasional dalam skala besar hingga Presiden Korea Selatan Moon Jae-in turun tangan.

“Jika kebenaran tidak terungkap, kita tidak bisa mengatakan bahwa ini adalah hal yang adil,” ungkap Moon Jae-in.

Berikut Menguak kasus Burning Sun dan Grup Chat Jung Joon-young:

 

Awal Terungkapnya kasus Burning Sun

Kasus Burning Sun ini terjadi pada Tahun 2019 ketika seorang laki-laki pada 28 Januari mengaku mendapatkan kekerasan fisik di Burning Sun. Sebuah klub malam milik Seungri yang dikenal sebagai tempat hiburan malam para artis ternama dan orang-orang kaya.

MBC pertama kali mengidentifikasikan pria itu sebagai Mr. Kim. Korea Herald belakangan langsung menyebut pria itu adalah Kim Sang-kyo.

Saat itu, laki-laki tersebut menyatakan ingin mencoba menyelamatkan seorang perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual disana. Namun, ia malah terlibat perkelahian di klub tersebut.

 

Satu hari setelahnya (29/01/2019), Burning Sun menyatakan Mr. Kim lah yang hendak melecehkan perempuan di sana. klub itu juga membantah Seungri berada di Burning Sun saat peristiwa terjadi.

Seoul Metropolitan Police Department sejak saat itu menyatakan bakal menginvestigasi kasus tersebut.

Kasus tersebut yang membuka pintu ke terbongkarnya pelecehan seksual, pemerkosaan, dan rudapaksa massal para artis Korea.

YG Entertainment selaku agensi pada 31 Januari merilis pernyataan yang bernada menjaga jarak dengan kasus Seungri dengan mengatakan “bisnis personal artis sama sekali tak berhubungan dengan YG.”

 

Pemilik Klub Burning Sun

Awal Februari 2019, Dispatch merilis laporan Burning Sun, terkait detail pimpinan, yakni CEO Lee Moon-ho dan Lee Sung-hyun, Lee Seung-hyun (nama asli Seungri) sebagai internal director, dan Kang Hyun-sook dan Kim Geon-ho selaku auditor.

Lee Sung-hyun merupakan executive director hotel Le Méridien. Burning Sun terletak di basement hotel tersebut.
Selain Lee Sung-hyun, semua petinggi Burning Sun merupakan rekan atau memiliki hubungan dengan Seungri.

Lee Moon-ho merupakan teman dekat Seungri. Ia memiliki beberapa bisnis, seperti Monkey Museum, Yuri Holdings, dan Aor F&B. Kemudian ibu Seungri juga tercatat sebagai klub inspector.

 

Kasus Burning Sun pun membuat Seungri dan ibunya kemudian mengundurkan diri dari jabatan sebagai director. Seungri meminta maaf lewat unggahan di Instagram dan menyatakan tak terlibat banyak dalam manajemen klub.

Di tengah situasi itu, ia masih konser di Seoul pada 16 Februari 2019 dan berjanji akan “bertingkah laku lebih hati-hati.”

Yang Hyun-suk selaku pimpinan YG Entertainment kala itu mengatakan “Seungri akan wamil pada Maret atau April. Sehingga, ia harus resign untuk mengikuti regulasi wamil.”

Selain detail pimpinan, Dispatch juga merilis percakapan para pentolan itu seputar dugaan pemerkosaan. Kata yang sering muncul dalam percakapan itu adalah Mulge, term dalam bisnis klub malam di Korea yang merujuk pada pelanggan perempuan.

 

Mulge adalah cara CEO dan merchandises (MD) mendapatkan uang. Merchandises bertugas memastikan selalu ada perempuan di klub tersebut untuk melayani tamu VIP.

Sehingga, CEO dan MD membawa pelanggan klub yang cantik dan/atau yang mulai tampak mabuk ke ruangan VIP, tempat pelecehan seksual, kekerasan, dan pemerkosaan terjadi.

 

Kasus Pelecehan Seksual Seungri dan Idol Korea

SBS funE pada 26 Februari 2019 memberitakan grup chat KakaoTalk Seungri dan beberapa orang lainnya pada Desember 2015 yang berencana menyuap investor dengan prostitusi.

Ruang obrolan terdiri dari Choi Jong-hoon yang kala itu masih member band F.T. Island, Jung Joon-young, CEO Yuri Holdings Yoo In-suk, dan karyawan Burning Sun.

Seungri pada 27 Februari hadir untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelecehan seksual.
Ia pun diperiksa di kantor polisi selama 8,5 jam.

Penyanyi itu pun membatalkan semua rencana konsernya pada 28 Februari, termasuk yang di Osaka dan Jakarta. Beberapa hari setelahnya (07/03/2019), YG Entertainment menyatakan Seungri mulai wajib militer 25 Maret.

 

Seungri

Berdasarkan penyelidikan, Seungri kala itu diduga sebagai pelaku dan terjerat beberapa tuduhan. Termasuk penyedia prostitusi untuk dirinya sendiri dan orang lain, menyebarkan foto dan video ilegal.

Tak hanya itu, ia juga dijerat dugaan penggelapan pajak, judi, dan transaksi mata uang ilegal lainnya.

Pada Agustus 2021, Seungri divonis tiga tahun penjara dan denda 1,15 miliar won.
Namun, ia banding sehingga hukuman yang di dapatnya dikurangi setengahnya dan bebas pada Februari tahun 2023.

 

Jung Joon-young Tersangka Utama

Jung Joon-young menjadi tersangka utama yang membuat group chat itu menjadi tempat penyebaran gambar dan video tak senonoh, pelecehan seksual perempuan yang mabuk hingga tak sadarkan diri, pemerkosaan hingga dirudapaksa massal.

Solois itu juga membuat salah satu fans tak sadarkan diri, kemudian memerkosanya bersama klien VIP di klub itu dan juga Choi Jong-hoon.

Belakangan terungkap Jung Joon-young juga melakukan pengambilan gambar saat sedang berhubungan seks dengan pasangannya pada 2016. Kasus itu yang kemudian membuka adanya dokumenter Burning Sun.

Jung Joon-young didakwa enam tahun penjara atas pemerkosaan massal, pengambilan gambar dan pendistribusian konten ilegal. Ia pada akhirnya divonis lima tahun penjara, lebih rendah satu tahun dari pada tuntutan yang ia terima.

 

Choi Jong-hoon

Sementara itu, Choi Jong-hoon dihukum 2,5 tahun penjara atas keterlibatannya dalam pemerkosaan berkelompok.
Ia sudah bebas penjara sejak 8 November 2021, dan Jung Joon-young bebas pada 19 Maret 2024.

Ketiga musisi itu menyatakan mundur dari industri hiburan Korea pada pertengahan Maret 2019 atau ketika proses hukum yang ia terima berlangsung.

 

Eddy Kim

Eddy Kim menjadi salah satu artis yang turut diduga menjadi member group chat mesum itu.

Ia pada 5 April 2019 dijadwalkan pemeriksaan terkait menyebarluaskan foto-foto tak senonoh yang diambil secara ilegal. pada 11 April mengakui kejahatannya tersebut.

 

Roy Kim

Roy Kim juga awalnya diduga menjadi member ruang obrolan itu dan diyakini ikut menyebarluaskan konten pelecehan seksual tersebut. Ia dipanggil untuk pemeriksaan oleh polisi ketika berada di AS untuk studi.

Roy Kim bersama Eddy Kim dan Jung Joon-young sama-sama muncul dan menjadi kontestan Superstar K yang tayang pada 2012. Roy Kim menjadi pemenang musim keempat talent show Korea tersebut.

Pada 11 April, ia bersama Eddy Kim dan Choi Jong-hoon sama-sama mengaku telah menyebarkan konten di grup tersebut. Choi Jong-hoon juga mengaku pernah merekam secara ilegal.

 

Arahan Presiden Moon Jae-in

Kasus Burning Sun mencapai tingkat urgensi nasional yang baru ketika Presiden Korea Selatan kala itu, Moon Jae-in, memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap tiga kasus, termasuk Burning Sun.

Dua fokus lainnya adalah perkara pelecehan seksual mendiang Jang Ja-yeon. Aktris itu meninggal dunia pada 2009 akibat bunuh diri, dan meninggalkan catatan yang mengutuk setidaknya 30 tokoh yang terkait dengan industri hiburan.

Petisi Blue House yang berupaya memperpanjang penyelidikan mencapai 687.767 tanda tangan. Sehingga, penyelidikan dilanjutkan sekitar dua bulan.

 

Sementara itu, mantan Wakil Menteri Kehakiman Kim Hak-eui dituduh menerima suap dalam bentuk layanan seksual pada 2013. Berbagai video diyakini menjadi bukti pendukung perilaku Kim Hak-eui, tapi kejaksaan menghentikan kasus tersebut.

Meskipun kasus Jang Ja-yeon dan Kim Hak-eui tidak terkait langsung dengan Burning Sun. Kasus tersebut mendorong meningkatnya seruan untuk menyelidiki kembali kasus pelecehan seksual.

Semenatara itu, Administrasi Tenaga Kerja Militer Korea mengumumkan rencana mengubah undang-undang setelah Seungri meminta menunda wajib militernya. Rencana perubahan itu guna mencegah orang-orang mendaftar wajib militer untuk melarikan diri “dari kenyataan.”

 

Goo Hara

Sejak terungkapnya Kasus Burning Sun pada tahun 2019, Goo Hara disebut sudah ikut berusaha mengungkap kasus video seks Jung Joon-young. Member KARA itu mengaku ingin membantu kasus tersebut karena pernah menjadi korban.

Kang Kyung-yoon, pewarta yang pertama kali membeberkan kasus tersebut pada publik, mengatakan Goo Hara mencari cara untuk berkomunikasi dengannya demi mengungkapkan kasus ini.

Goo Hara kenal secara personal dengan Choi Jong-hoon sejak sama-sama masih menjadi trainee. Ia juga kenal dengan Seungri dan Jung Joon-young.

 

Informasi yang diberikan Goo Hara menjadi lead dalam mengungkap kasus ini, Termasuk polisi senior yang malah membantu menutupi skandal para artis tersebut. Goo Hara mendapatkan identitas itu setelah berhasil meyakinkan Choi Jong-hoon.

“Goo Hara membantu dengan membuat Choi Jong-hoon menyebutkan sendiri dari mulutnya sosok Police Chief (dalam grup) bukan sosok fiksi, tapi benar ada orangnya (Yoon Gyu-geun),” ungkap Kang Kyung-yoon.

“Saya juga melihat telepon mereka, dan begitu banyak hal mencengangkan di dalamnya (group chat),” ujar Kang Kyung-yoon menirukan ucapan mendiang Goo Hara seperti diberitakan Chosun Daily.

Baca Juga :  Penyakit Langka, Wanita Ini Hasilkan Alkohol Dari Lambungnya