Pria di Donggala Penggal Kepala Ibu Kandung, Diduga Karena Sering Dibully

Pria di Donggala Penggal Kepala Ibu Kandung, Diduga Karena Sering Dibully

Agustus 31, 2025 0 By majalahbet

Majalahbet, Jakarta – Pria berinisial SL (34) mendekam di penjara setelah menebas leher ibunya, LN (55), hingga putus. Warga Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) itu mengaku membunuh ibunya karena kesal kerap menerima ejekan dari keluarganya sendiri.

Polisi Menangkap Pelaku di Hutan

Pembunuhan brutal itu terjadi di rumah korban di Desa Gimpubia, Kecamatan Pinembani, Donggala, pada Selasa (26/8) malam. Polisi menerima laporan warga dan langsung melakukan pengejaran. Tim gabungan bersama masyarakat menyisir hutan hingga akhirnya menangkap SL tanpa perlawanan pada Rabu (27/8).
“Tim menyisir hutan dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan,” kata Kasat Reskrim Polres Donggala, Iptu Bayu Dhamma, Kamis (28/8/2025).

Toko Game Online Terpecaya

SL Menebas Leher Ibu Tanpa Bicara

Bayu menjelaskan, SL mendatangi rumah korban sekitar pukul 18.00 Wita sambil membawa parang. Saat melihat ibunya, SL langsung menebas leher korban tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
“Dia sudah pegang parang, lalu langsung menebas ibunya tanpa bicara,” ungkap Bayu.

SL Melempar Kepala Korban ke Rumah Kakaknya

Setelah membunuh, SL membawa kepala ibunya ke rumah kakaknya yang berjarak 200 meter dari lokasi pembunuhan. SL mendobrak pintu rumah lalu melempar kepala korban sambil berkata, “Ini kepala mamamu, ini kepala ibumu,” kata Bayu.

Musik Player MP3 Gratis Tanpa Login, Tanpa Biaya, & Tanpa Batas

Musik Player MP3 Gratis Tanpa Login, Tanpa Biaya, & Tanpa Batas

Motif Pembunuhan dan Pemeriksaan Polisi

Hasil pemeriksaan menunjukkan SL menyimpan sakit hati karena keluarganya sering mengejeknya. SL melampiaskan kemarahan kepada ibunya meskipun korban bukan orang yang membully.
“Motifnya sakit hati. Pelaku sering menerima ejekan keluarga, bukan dari korban, tapi pelaku melampiaskan amarah ke ibunya,” jelas Bayu.

Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan

Bayu menegaskan polisi masih memeriksa kondisi kejiwaan SL karena selama interogasi, SL menjawab setiap pertanyaan dengan jelas.
“Pelaku kooperatif dan mengerti pertanyaan penyidik,” tambah Bayu. Dia mengimbau warga agar menyerahkan penanganan kasus kepada polisi dan tidak menggunakan kekerasan.

Baca Juga : Polisi Tangkap Satu Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram di Pantai Nipah