Majalahbet, Jakarta – Kasus siswa SMAN 6 Garut yang bunuh diri diduga akibat bullying memicu reaksi serius. Dinas Pendidikan Jawa Barat langsung menonaktifkan kepala sekolah.
Penonaktifan Kepala Sekolah dan Penunjukan Pelaksana Tugas
Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI menerbitkan surat resmi penonaktifan kepala SMAN 6 Garut. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat memberikan rekomendasi. Dinas menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah agar proses belajar tetap berjalan lancar.
Tim Disiplin Mulai Selidiki Kasus
Menurut Kepala BKD Jawa Barat, Dedi Supandi, Tim Disiplin Pegawai mulai mendalami administrasi kepegawaian sejak kemarin. Mereka menargetkan penyelidikan ini berlangsung selama satu minggu agar dapat mengumpulkan semua bukti.
Perbedaan Pendapat Orang Tua dan Sekolah
Dedi menjelaskan bahwa tim menemukan perbedaan pendapat antara orang tua siswa dan pihak sekolah terkait kasus bullying. Oleh sebab itu, tim akan mendalami keterangan kedua pihak agar dapat mencari fakta yang sebenarnya.
Penyelidikan Fokus pada Tanggung Jawab Sekolah
Selain itu, tim juga menyelidiki apakah kepala sekolah, wali kelas, guru BK, dan staf lain sudah menjalankan tugas dengan benar saat bullying terjadi. Mereka berusaha memastikan apakah sekolah cepat merespon atau justru membiarkan kasus itu terjadi.
Penonaktifan Kepala Sekolah untuk Percepat Pemeriksaan
Dedi menegaskan bahwa penonaktifan kepala sekolah bertujuan mempercepat proses pemeriksaan dan menjaga objektivitas. Jika terbukti membiarkan bullying, pihak sekolah akan mendapat sanksi tegas sesuai aturan.
Dinas Pendidikan Akan Tingkatkan Pengawasan dan Edukasi
Selain itu, Dinas Pendidikan berjanji akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan di seluruh sekolah. Mereka juga akan gencar mengedukasi siswa dan guru agar lingkungan sekolah lebih aman dan nyaman bagi semua.
Kesimpulan
Kasus ini memberikan peringatan penting bagi semua pihak agar lebih serius menangani bullying di lingkungan sekolah. Dengan menonaktifkan kepala sekolah, pemerintah menunjukkan komitmen dalam memastikan tanggung jawab dan perlindungan bagi siswa. Selanjutnya, langkah pengawasan dan edukasi yang lebih intensif diharapkan dapat mencegah tragedi serupa di masa depan.
Baca Juga : Pemuda di Bekasi Nongkrong Bawa Sajam, Langsung Kabur