Turki Putuskan Keluar Dari Aliansi Nato, Karena Merasa Terancam

Turki Putuskan Keluar Dari Aliansi Nato, Karena Merasa Terancam

January 26, 2023 0 By Majalahbet

Turki Putuskan Keluar Dari Aliansi Nato, Karena Merasa Terancam

Recep Tayyip Erdogan Presiden Turki menjadi sorotan usai memutuskan untuk keluar dari Aliansi NATO – Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization) dalam enam bulan, Ethem Sancak Wakil Ketua Partai Tanah Air Turki, mengatakan perkembangan relasi antara Turki-NATO dan Turki dengan sejumlah negara Eropa menjadi alasan Ankara mempertimbangkan hal ini.

Padahal, Turki telah menjadi negara anggota aliansi NATO terbesar dan terlama di dunia sejak Tahun 1952.
Akhir-akhir ini, Anda semua bisa melihat kampanye anti Al Quran di Swedia dan Belanda,” kata Sancak pada Rabu (25/1) yang dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

 

Sancak juga mengecam NATO yang sempat berupaya membuat Turki terperangkap dalam peperangan di Timur Tengah. Pernyataan ini merujuk pada perang sipil di Suriah.
Selain itu, ia menuduh NATO mencoba mengadu domba antara Turki dengan Yunani.

NATO seakan memaksa kami bertindak melalui provokasi-provokasinya, Mereka [NATO] mencoba mengadu domba kami dengan negara tetangga kami, Yunani,” ungkap Sanca.

Ia lalu mengatakan, “Perkembangan-perkembangan ini mendorong kami mengambil tindakan seperti ini berencana keluar untuk dari NATO.

 

Turki telah sendiri telah menjadi anggota NATO selama 71 tahun, Namun belakangan ini sentimen terhadap NATO memang meningkat di Turki, Pada 19 Januari, Partai Patriotik Turki mendesak pemerintah Recep Tayyip Erdogan meninggalkan aliansi militer tersebut.

Kelompok anti-Amerika di Turki juga berkali-kali meminta pemerintah menutup pangkalan militer AS di sana.
Selain itu, mereka mendesak pembatalan kontrak pembelian jet F-16, dan meminta Turki menarik diri dari NATO.

Kabar Turki berencana angkat kaki dari NATO juga muncul usai Ankara menjadi perbincangan publik gara-gara menolak Swedia dan Finlandia masuk aliansi itu, Erdogan dengan tegas menolak dua negara Nordik itu masuk NATO karena menganggap Swedia dan Finlandia masih mendukung kelompok yang masuk dalam daftar teroris versi Ankara seperti Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

 

Orang nomor satu di Turki bahkan menuntut Swedia dan Finlandia merepatriasi aktivis PKK jika ingin mendapat restu Turki untuk masuk NATO, Penolakan itu semakin menggema usai politikus Swedia membakar Al Quran saat aksi di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm pada Sabtu (25/1).

Usai insiden itu, Erdogan memperingatkan Swedia agar tak berharap mendapat dukungan bergabung dalam Aliansi NATO, Swedia seharusnya tak mengharapkan dukungan kami,” ujar Erdogan dalam pernyataan resminya pada Sabtu lalu.

Baca Juga : Teror Penembakan Malam Imlek di California, FBI Turun Tangan

 

Bagi kalian yang bingung mencari situs dengan Persentase menang tinggi. Kami rekomendasikan situs slot terpercaya yang memberikan bonus Welcome 100% dengan segala deposit tanpa ada potongan.

daftar sini
zvr
Bagaimana Reaksimu ?