Pekalongan di Prediksi Bappeda Akan Tenggelam di Tahun 2035

Pekalongan di Prediksi Bappeda Akan Tenggelam di Tahun 2035

November 5, 2022 0 By Majalahbet

Pekalongan di Prediksi Bappeda Akan Tenggelam di Tahun 2035

Bappeda (Perencana Ahli Madya), Slamet Miftakhudin menyebut 90 persen dari Kota Pekalongan diprediksi akan tenggelam di tahun 2035 mendatang, Slamet mengatakan prediksi itu diketahui dari hasil analisis pemodelan genangan spasial di Kota Pekalongan.

Berdasarkan pemodelan genangan spasial, pada tahun 2035, 90 persen kota Pekalongan akan berada di bawah air. Slamet presentasikan hal ini secara daring, pada hari Kamis (4/10), Slamet menyampaikan persentase area perumahan yang terkena dampak banjir di Kota Pekalongan pun diperkirakan meningkat 100 kali lipat dari 0,5 persen pada tahun 2020 menjadi 51 persen pada tahun 2035.

 

Sementara itu, hasil analisis dampak pada 41 kelurahan di Pekalongan, kerugian per tahun mencapai Rp1,55 triliun pada 2020, Jumlah itu diprediksi akan membengkak sebesar Rp31,28 triliun pada tahun 2035.

 

Faktor penyebab di antaranya kenaikan muka air laut dan cuaca ekstrem yang diakibatkan oleh perubahan iklim.
Selain itu, penurunan muka tanah karena adanya konsolidasi alam, beban bangunan sipil dan ekstraksi ABT berlebihan.
Lalu, aktivitas manusia seperti perubahan tata guna lahan, pengelolaan sampah dan pencemaran limbah,” kata dia.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Galdita mengatakan dalam hasil temuannya terlihat perubahan wilayah di Kota Pekalongan sejak 1998 sampai pada tahin 2022 ini.

Temuan itu berdasarkan hasil analisis data landsat dengan memakai metode pengintaian dari jarak jauh.
Pada tahun 98, sudah mulai menjadi pembukaan di sebelah barat dan pemukiman bertambah, tapi tidak terlalu banyak, seperti sekarang,” ucapnya.

 

Galdita menjelaskan data penginderaan jarak jauh itu merekam penurunan permukaan tanah di Pekalongan berbeda-beda mulai dari 4 sampai 11 cm, Dalam rentang lima tahun, kata dia, dari 2008 sampai 2013 perubahan di Pekalongan mulai terasa, Dia menyebut pada periode itu sudah terlihat tanda-tanda banji.

Kemudian, pada 2018, mulai dibangun tanggul di sekitar utara Kota Pekalongan di perbatasan dengan bibir pantai. Namun, beriringan dengan itu data juga menunjukkan terjadinya perubahan tutupan tanah di wilayah Pekalongan.

Pembangunan, wilayah tambak, wilayah pertanian terutama di hulu, serta berkurangnya vegetasi atau hutan mulai masif di Pekalongan, Sementara itu, Direktur Eksekutif Satya Bumi Annisa Rahmawati menyorot adanya peran besar krisis iklim yang memicu Pekalongan terancam tenggelam di masa depan.

 

Dia mengatakan untuk menyelesaikan persoalan krisis iklim yang berdampak luas tersebut, seluruh pemangku kepentingan saling terkait.

Kondisi wilayah di Pekalongan bisa menjadi contoh pembelajaran bagi kota-kota lain agar bisa lebih mempersiapkan dan memprioritaskan langkah mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang berdampak luas, termasuk mempengaruhi kelompok-kelompok masyarakat.

Baca Juga : Korban Tewas Tragedi Itaewon Jadi 155, Jokowi Ucapkan Dukacita

 

Bagi kalian yang bingung mencari situs dengan Persentase menang tinggi. Kami rekomendasikan situs slot terpercaya yang memberikan bonus Welcome 100% dengan segala deposit tanpa ada potongan.

daftar sini

 

 

 

zvr
Bagaimana Reaksimu ?