PBB Stop Kerjasama Taliban, Terkait Diskriminasi Hak Perempuan

PBB Stop Kerjasama Taliban, Terkait Diskriminasi Hak Perempuan

December 30, 2022 0 By Majalahbet

PBB Stop Kerjasama Taliban, Terkait Diskriminasi Hak Perempuan

PBB-Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetop sejumlah program bantuan ke Afghanistan, setelah penguasa Taliban yang semakin nampak memojokkan kaum hawa dengan melarang perempuan di negara itu tidak boleh masuk bekerja ke sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau organisasi nonpemerintah (Non-governmental Organization/NGO).

Kepala bantuan PBB Martin Griffiths dan sejumlah kelompok serta organisasi kemanusiaan, Pun Setuju dengan Tegas menyetop semua kerjasama dengan Taliban, Melarang perempuan bekerja di pekerjaan kemanusiaan akan memiliki konsekuensi langsung yang mengancam jiwa bagi semua warga Afghanistan.

 

Saat ini, beberapa program penting pun langsung dihentikan sementara, karena kurangnya staf perempuan,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut yang dinyatakan PBB, pada Kamis (29/12).

Dalam pernyataan itu, mereka memperingatkan bahwa program lainnya kemungkinan juga bakal dihentikan lantaran tak mungkin memberikan bantuan kemanusiaan yang penuh ‘prinsip’ tanpa mengikutsertakan staf kaum hawa, tegasnya lagi.

 

Kami memperkirakan banyak kegiatan yang bakal dihentikan sementara karena kami tidak bisa memberikan bantuan kemanusiaan yang mendasar tanpa staf perempuan,” demikian pernyataan lengkap PBB.

PBB sebelumnya sudah mendesak penguasa di Afghanistan, Taliban, mencabut larangan perempuan masuk kerja di sejumlah NGO di negara tersebut, Kepala HAM PBB Volker Turk mengatakan larangan itu mengandung konsekuensi mengerikan bagi para wanita.

Tidak ada negara yang dapat berkembang, bahkan bertahan secara sosial dan ekonomi dengan setengah populasinya dikecualikan, Pembatasan tak terduga yang dikenakan pada perempuan dan anak perempuan ini tidak hanya akan meningkatkan penderitaan semua warga Afghanistan tetapi, saya khawatir, menimbulkan risiko di luar perbatasan Afghanistan,” katanya pada Selasa (27/12).

 

Dia mengatakan kebijakan itu berisiko membuat masyarakat Afghanistan tidak stabil.
Melarang perempuan bekerja di LSM akan merampas pendapatan mereka dan keluarga mereka, dan hak mereka untuk berkontribusi secara positif bagi pembangunan negara mereka dan kesejahteraan sesama warga mereka,” katanya.

Taliban pada Sabtu (24/12) lalu memang mengeluarkan kebijakan yang melarang perempuan bekerja di organisasi non-pemerintah, Aturan itu diumumkan di tengah sejumlah larangan Taliban terhadap perempuan Afghanistan yang mengdiskriminasi kaum perempuan.

 

Taliban menutup akses bagi kaum hawa untuk mendapat pendidikan tinggi alias kuliah.
Anak-anak perempuan juga tak diizinkan mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah.

Perempuan juga hanya dibolehkan bekerja di bidang-bidang tertentu yang disepakati pemerintah.
Taliban secara historis memang kerap memperlakukan perempuan sebagai warga negara kelas bawah dan sasaran kekerasan hingga pernikahan paksa saat mereka memimpin Afghanistan pada 1996-2001.

Baca Juga : Covid-19 Merajalela di Jepang, Banyak Anak” Yang Jadi Korban

 

Bagi kalian yang bingung mencari situs dengan Persentase menang tinggi. Kami rekomendasikan situs slot terpercaya yang memberikan bonus Welcome 100% dengan segala deposit tanpa ada potongan.

daftar sini

 

zvr
Bagaimana Reaksimu ?