Ehsan Kapten Timnas Iran, Prihatin Pada Krisis Politik Negaranya

Ehsan Kapten Timnas Iran, Prihatin Pada Krisis Politik Negaranya

November 22, 2022 0 By Majalahbet

Ehsan Kapten Timnas Iran, Prihatin Pada Krisis Politik Negaranya

Tim Sepak Bola Nasional Iran, Ehsan Hajsafi Sebagai Kapten Tim ungkap keprihatinannya tentang krisis politik yang dipicu demonstrasi besar-besaran anti-pemerintah di Negaranya Saat ini.
Solidaritas itu diutarakan Hajsafi di ajang Piala Dunia 2022 pada Minggu (20/11).

Hajsafi mengatakan sepenuhnya mendukung rakyat Iran, kami  juga sangat berduka atas mereka yang meninggal dunia akibat demonstrasi yang dipicu oleh kematian perempuan Kurdi, Mahsa Amini, pada September lalu itu.
Dia mengakui kondisi negaranya sedang tidak baik-baik saja saat ini.

 

Mereka (warga Iran) harus tahu bahwa kami bersama mereka dan kami ada di pihak mereka, kami mendukung mereka. Dan kami bersimpati dengan mereka terkait kondisi tersebut,” kata Hajsafi dalam konferensi pers, pada Senin (21/11).
Kami harus menerima bahwa kondisi di negara kami sedang tidak baik-baik saja dan rakyat kami tidak bahagia,” ujar dia menambahkan.

Gelombang kerusuhan Iran meletus pada pertengahan September setelah kematian Amini terungkap saat ditahanan polisi moral, Amini meninggal dalam penahanan polisi moral Iran setelah dianggap tidak mengenakan hijab yang sesuai aturan yang ada di negara Iran.

 

Sejak Itu Gelombang Protes Secara Sporadis Bermunculan di Berbagai Daerah Iran

 

Berbagai masyarakat Iran terutama para kaum perempuan turun ke jalan menentang perlakukan sewenang-wenang pemerintah terhadap wanita, Banyak anak perempuan turut melakukan protes di sekolah-sekolah dengan kompak melepas hijab mereka dan mengolok-olok Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Demo solidaritas terhadap kematian Amini ini pun bermunculan hingga ke luar negeri, terutama negara Eropa.

Kantor berita aktivis HRANA pada Jumat melaporkan sejauh ini setidaknya sebanyak 410 pengunjuk rasa tewas selama demonstrasi berlangsung, Korban yang tewas termasuk 58 anak yang masih di bawah umur.

 

Selain Hajsafi, pemain timnas Iran lainnya sejauh ini menghindari membahas msalah politik di depan umum.
Beberapa pemain seperti Karim Ansarifard dan Morteza Pouraliganji pada Jumat menolak menjawab pertanyaan wartawan terhadap solidaritas perempuan di Iran.

Pada Kamis, Alireza Jahanbakhsh, yang bermain untuk klub Belanda Feyenoord, menuding pertanyaan semacam itu diajukan untuk mengacaukan fokus timnas Iran.

 

Sejumlah Aktivis Pun Kecewa Terhadap Timnas Iran, Karena Tidak Berbuat Banyak Terkait Kondisi di Iran Saat ini

 

Sebuah postingan di media sosial, yang belum bisa diverifikasi, mengatakan bahwa “tidak peduli apa hasil yang didapat tim Republik Islam (Iran), kami akan berkumpul di jalan-jalan untuk merayakan kekalahan tim Republik Islam sambil meneriakkan slogan-slogan revolusioner.”

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak spanduk timnas Iran dibakar di Teheran.

Kami ada di sini bukan berarti kami tidak menjadi suara mereka atau tidak menghormati mereka (para pedemo yang gugur),” ucap Hajsafi berupaya membela timnas Iran.

 

Apapun yang kami miliki adalah dari mereka dan kami harus berjuang, kami harus melakukan yang terbaik yang kami bisa dan mencetak gol dan mewakili rakyat, Saya berharap kondisi berubah sesuai harapan masyarakat.
Agar masyarakat Dapat merasakan Kebahagian Lagi di Negaranya sendiri, Dan tak ada Penindasan lagi pada kaum Perempuan.

Baca Juga : Nancy Pelosi Akan Pensiun, Usai Republik AS Mengambil Alih DPR

 

Bagi kalian yang bingung mencari situs dengan Persentase menang tinggi. Kami rekomendasikan situs slot terpercaya yang memberikan bonus Welcome 100% dengan segala deposit tanpa ada potongan.

daftar sini

 

 

zvr
Bagaimana Reaksimu ?