
Detik-Detik Polisi Temukan Anak Pembunuh Ibu di Wonogiri Bersembunyi di Semak-Semak
Agustus 16, 2025Majalahbet, Jakarta – Dwi Utomo alias Uut (40) melarikan diri setelah membunuh ibunya, Sami Rahayu (57). Warga dan aparat desa menemukan Uut bersembunyi di semak-semak dekat bekas galian di Dusun Mendongan, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah, pada Kamis (14/8/2025) malam. Kepala Desa Karanglor, Sumardi, menyebut Uut kabur ke arah selatan dari rumahnya sebelum bersembunyi di lokasi tersebut.
Hubungan Pelaku dan Korban
Uut merupakan anak kandung korban. Warga menemukan jasad Sami Rahayu bersimbah darah di rumahnya sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah kejadian, Uut menghilang hingga memicu pencarian intensif. Sumardi menjelaskan bahwa pencarian terfokus di sekitar Dusun Mendongan dan akhirnya membuahkan hasil.
Polisi Lakukan Pemeriksaan Intensif
Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, memerintahkan penyidik untuk memeriksa Uut secara mendalam meski pelaku telah mengaku membunuh ibunya. Wahyu menegaskan bahwa pengakuan saja tidak cukup, sehingga penyidik memerlukan pembuktian ilmiah. Polisi juga memperoleh informasi bahwa Uut memiliki riwayat gangguan kejiwaan, namun tetap melakukan proses hukum sesuai prosedur.
Penangkapan dan Barang Bukti
Polisi menangkap Uut sekitar delapan jam setelah penemuan jasad korban. Petugas menyita barang bukti berupa sebilah parang, baju milik Uut yang bernoda darah, serta helai rambut korban. Wahyu menegaskan bahwa timnya akan memastikan keaslian barang bukti tersebut melalui pemeriksaan ilmiah.
Pemeriksaan Forensik untuk Pastikan Bukti
Penyidik memanfaatkan metode scientific crime investigation untuk mencocokkan DNA darah yang menempel di baju dengan DNA korban. Polisi juga akan mengirim barang bukti ke laboratorium forensik Polda Jateng untuk memastikan keterkaitan pelaku dengan tindakannya. Wahyu menegaskan bahwa hasil pemeriksaan ilmiah akan menguatkan proses hukum terhadap Uut.
Kesimpulan
Kasus ini mengguncang warga Wonogiri karena melibatkan hubungan darah antara pelaku dan korban. Aksi brutal Uut menegaskan bahwa kekerasan bisa terjadi bahkan di lingkup keluarga. Proses pembuktian ilmiah yang dilakukan polisi menjadi kunci untuk mengungkap kebenaran sekaligus memastikan keadilan bagi korban. Aparat mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi konflik keluarga dan mencari bantuan sebelum emosi berubah menjadi tindakan fatal.
Baca Juga : Pria di Sungai Penuh, Jambi, Tewas Usai Ditusuk, Polisi Buru