Salam Bunuh Pegawai Koperasi karena Sakit Hati Dihina saat Ditagih Utang

Salam Bunuh Pegawai Koperasi karena Sakit Hati Dihina saat Ditagih Utang

Agustus 2, 2025 0 By majalahbet

Majalahbet, Jakarta  – Salam Prayitno membunuh Pandra Aliandri (21), seorang pegawai koperasi di Lampung Selatan, setelah korban datang menagih utang. Peristiwa tersebut menggemparkan warga karena motifnya bermula dari masalah pribadi. Pandra sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya polisi mengungkap fakta mengejutkan.

Pertengkaran Picu Aksi Brutal

Direktur Ditreskrimum Polda Lampung, Kombes Indra Hermawan, menjelaskan bahwa pertengkaran antara pelaku dan korban terjadi pada malam kejadian. Menurut pengakuan Salam, Pandra melontarkan kata-kata kasar saat menagih utang. Oleh karena itu, Salam merasa sangat tersinggung.

Toko Game Online Terpecaya

Ucapan Kasar Bikin Pelaku Emosi

Kombes Indra juga menambahkan bahwa Salam menilai ucapan korban sebagai bentuk penghinaan. Karena amarah yang memuncak, Salam kemudian memutuskan untuk menghabisi korban. Ia merencanakan pembunuhan itu tidak lama setelah pertengkaran berlangsung.

Salam Akui Perbuatannya

Setelah polisi menangkap Salam, penyidik langsung meminta keterangan darinya. Dalam pemeriksaan, Salam mengakui bahwa ia melakukan pembunuhan dengan penuh emosi. Ia juga menyatakan penyesalan dan mengaku khilaf. Meski begitu, polisi tetap memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku.

Musik Player MP3 Gratis Tanpa Login, Tanpa Biaya, & Tanpa Batas

Musik Player MP3 Gratis Tanpa Login, Tanpa Biaya, & Tanpa Batas

Tim Gabungan Ringkus Pelaku

Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan berhasil menangkap Salam di lokasi persembunyiannya. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Karena Salam sempat buron, polisi segera mengamankannya untuk pemeriksaan lanjutan.

Utang Jadi Penyulut Pembunuhan

Kombes Yuni menjelaskan bahwa Salam merupakan nasabah koperasi tempat Pandra bekerja. Saat Pandra menagih angsuran, Salam menanggapi dengan emosi yang tak terkendali. Akibatnya, tragedi itu pun terjadi. Kini, pihak berwenang masih terus mengusut kasus ini secara menyeluruh.

Kesimpulan

Kasus ini mengingatkan kita bahwa masalah utang piutang harus diselesaikan dengan kepala dingin. Sebaliknya, emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan yang fatal. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk menjaga komunikasi dan menghindari konflik agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

Baca Juga : Iwan Pukul Pacar Hamil hingga Tewas Jamblang