
2 Remaja Inggris Dihukum Seumur Hidup karena Bunuh Teman di Dalam Bus
Juli 26, 2025Majalahbet, Jakarta – Dua remaja laki-laki di Inggris menerima hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti membunuh seorang anak berusia 14 tahun. Pengadilan Old Bailey di London memutuskan bahwa mereka baru bisa mengajukan pembebasan bersyarat setelah menjalani masa tahanan selama 15 tahun dan 110 hari.
Penikaman Brutal Terjadi di Atas Bus London
Insiden tragis itu terjadi pada 7 Januari 2025. Kedua pelaku, yang saat itu berusia 15 dan 16 tahun, menyerang Kelyan Bokassa dengan parang di dalam bus yang melintas di kawasan Woolwich, London tenggara. Mereka menusuk korban sebanyak 27 kali. Tim medis bergegas ke lokasi, namun nyawa Kelyan tidak berhasil diselamatkan.
Proses Penangkapan dan Pengakuan Bersalah
Petugas kepolisian menangkap para pelaku di akhir Januari, beberapa minggu setelah kejadian. Saat persidangan berlangsung pada Mei, keduanya mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan. Hakim menyebut bahwa tindakan mereka menunjukkan niat yang jelas dan tingkat kekerasan yang ekstrem.
Riwayat Kelam Pelaku Muncul di Persidangan
Dalam persidangan, hakim Mark Lucraft mengungkap bahwa salah satu pelaku pernah mengalami trauma mendalam dan menjadi korban eksploitasi kriminal sejak usia dini. Sementara itu, pelaku lainnya sudah terlibat dengan geng sejak usia 12 tahun. Ia juga menunjukkan kebutuhan perkembangan yang belum pernah terdiagnosis secara resmi.
Ibu Korban Sampaikan Pertanyaan Menyayat Hati
Marie Bokassa, ibu dari Kelyan, menyuarakan kesedihannya di ruang sidang. Ia bertanya, “Bagaimana mungkin anak-anak bisa bertindak seperti ini?” Ia juga menambahkan, “Apa yang mereka alami sampai kehilangan rasa kemanusiaan?” Setelah tragedi itu, ia mengatakan bahwa putranya juga sempat menjadi sasaran eksploitasi geng di wilayah tempat tinggal mereka.
Kekerasan Remaja di London Terus Meningkat
Laporan dari Kepolisian Metropolitan menunjukkan lonjakan kasus penikaman di kalangan remaja. Sepanjang 2024, sepuluh remaja tewas akibat penikaman di London, menyusul 18 korban pada tahun sebelumnya. Pada September tahun lalu, seorang teman dekat Kelyan juga kehilangan nyawa karena penikaman dalam insiden balas dendam antar geng yang dipicu konflik wilayah.
Baca Juga : Zhang Yiyang Divonis Mati usai Bunuh Pacarnya Secara Tragis