
Kejagung Tegaskan Pembacokan Pegawainya di Depok Bukan Terkait Perkara
Mei 31, 2025Majalahbet, Jakarta – Seorang ASN di Kejaksaan Agung, berinisial DSK berumur 44 tahun, mengalami pembacokan oleh orang tidak dikenal saat ia pulang dari kantor di Depok, Jawa Barat. Kejaksaan Agung menegaskan bahwa pelaku pembacokan itu tidak terkait dengan perkara hukum apa pun.
Kejagung Tegaskan Pegawai Bukan Tersangka Perkara Hukum
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menjelaskan bahwa DSK bukanlah penanggung jawab perkara tertentu. Ia menegaskan bahwa DSK merupakan pegawai internal di lingkungan Kejaksaan Agung, bukan jaksa yang menangani perkara hukum secara langsung.
Harli Siregar Menduga Motif Pelaku Berbeda dari Kasus Hukum
Harli menduga bahwa motif pelaku berbeda dari perkara hukum. Ia mencurigai bahwa pelaku mungkin memiliki motif kejahatan lain, seperti pencurian atau begal. Saat ini, pihak kepolisian di Polres Metro Depok sedang menyelidiki kasus tersebut secara mendalam.
Kronologi Kejadian Pembacokan di Depok
Menurut penuturan, kejadian pembacokan terjadi di Pengasinan, Sawangan, Depok, pada Sabtu (24/5) pukul 02.30 WIB. Saat itu, DSK selesai bekerja sebagai Kasi Perangkat Keras dan Jaringan dan langsung menuju rumahnya. Saat berada di tengah perjalanan, hujan lebat membuatnya berhenti untuk berteduh.
Korban Melanjutkan Perjalanan Setelah Hujan Reda
Setelah hujan reda, DSK melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Sekitar 1 km dari rumah, di jalan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, pelaku mendekat dari arah berlawanan saat DSK mengendarai sepeda motor.
Pelaku Mendekati Korban dan Melakukan Penyerangan
Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, menyebut bahwa dua orang berboncengan dari arah depan mendekati korban. Mereka mendekati sambil mengayunkan senjata tajam ke pergelangan tangan DSK. Sebelum melakukan penyerangan, pelaku berteriak “sikat!”.
Pelaku Mengancam dan Melarikan Diri Setelah Membacok
Pelaku berteriak “sikat” sembari mengayunkan senjata tajam ke pergelangan tangan korban. Setelah itu, mereka berteriak “mampus lu” dan langsung tancap gas tanpa memberi kesempatan kepada DSK untuk melawan.
Korban Dibawa ke Rumah Sakit dan Mengalami Luka Berat
Setelah diserang, DSK langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia mengalami luka berat di pergelangan tangan kanan, dan diagnosis sementara menunjukkan bahwa urat kelingkingnya putus sehingga tidak bisa digerakkan lagi.
Baca Juga : Dua Pemuda di Bandung Aniaya Anak Punk Hingga Tewas