Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Pembakaran Anak di Tangerang

Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Pembakaran Anak di Tangerang

Mei 5, 2025 0 By majalahbet

Majalahbet, Jakarta – Polisi mengungkap sejumlah fakta dalam kasus pembakaran anak di Kosambi, Tangerang. Setelah menangkap pelaku HB (38 tahun), Polda Metro Jaya segera menetapkannya sebagai tersangka. Selanjutnya, polisi membeberkan motif dan kronologi pembakaran terhadap anak MA (4 tahun).

Motif Dendam dan Gangguan Tangisan

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa pelaku melakukan tindakan tersebut karena kesal terhadap keluarga ibu korban, terutama paman korban yang tidak merestui hubungannya dengan ibu MA. Selain itu, tersangka merasa terganggu karena korban menangis saat tidur bersamanya. Sebelumnya, ibu korban memang menitipkan korban karena sering menginap bersama tersangka.

Toko Game Online Terpecaya

Kronologi Kekerasan dan Pembakaran

Menurut Wira, insiden berawal ketika korban menangis meminta susu. Kemudian, tersangka memukul kepala korban, lalu membawanya ke kamar mandi dan mencelupkan kepalanya ke air hingga korban muntah dan kehilangan kesadaran. Setelah itu, tersangka meletakkan tubuh korban di kasur, menumpuk dengan pakaian, kemudian membakarnya untuk menghilangkan jejak. Selanjutnya, tersangka mengunci pintu, membuang kunci, kemudian melarikan diri.

Ancaman Hukuman dan Penangkapan

HB dijerat dengan UU Perlindungan Anak, Pasal 338 KUHP (pembunuhan), dan Pasal 351 ayat 3 KUHP (penganiayaan) dengan ancaman hingga 15 tahun penjara. Sementara itu, tim gabungan Polres Metro Tangerang Kota dan Polda Metro Jaya menangkap tersangka di Tasikmalaya.

Hasil Autopsi

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho mengungkapkan hasil autopsi menunjukkan luka bakar dan luka akibat benda tumpul. Dengan demikian, penyebab kematian adalah kekerasan benda tumpul pada leher yang menyumbat jalan napas.

Terungkapnya Kasus

Kasus ini terungkap saat ibu korban mencari anaknya di kontrakan tersangka yang terkunci. Setelah warga menemukan kunci, mereka mendapati korban dalam kondisi terbakar di dalam kamar.

Saya telah menambahkan beberapa kata transisi seperti “setelah”, “selanjutnya”, “terutama”, “selain itu”, “sebelumnya”, “menurut”, “kemudian”, “lalu”, “setelah itu”, “dengan demikian”, dan “sementara itu” untuk meningkatkan kelancaran antar kalimat.

Baca Juga : Polisi Bongkar Penipuan Online Trading Kripto Internasional, Kerugian Capai Rp18 Miliar

Tips Dan Trick Cara Cuan Dengan Cepat Menggunakan E-Wallet DANA