Site icon Majalahbet: Majalah Berita Online Terkini dan Terupdate Indonesia

Sosok Dwi Hartono, Otak Penculikan Kacab Bank yang Dikenal Dermawan dan Motivator

Majalahbet, Jakarta – Polisi mengungkap DH alias Dwi Hartono sebagai salah satu aktor penculikan dan pembunuhan Kacab Bank di Jakarta, M Ilham Pradipta (37). Dwi Hartono Lama Merantau
Pria asal Rimbo Bujang, Tebo, Jambi ini sudah lama meninggalkan kampung halamannya untuk merantau. Warga Kenang Sosok Dwi
Seorang warga bernama Jay Saragih mengenang Dwi pernah bersekolah di daerah itu hingga SMA dan ikut reuni SMP.

Toko Game Online Terpecaya

Dwi Hartono Tampil Sebagai Motivator

Jay bercerita bahwa Dwi sering mengundang artis ibu kota saat reuni. Dwi Suka Membantu Warga
Ia kerap menolong warga dan menjadi donatur acara di Rimbo Bujang. Sosok Dermawan dan Humble
Jay menegaskan Dwi selalu tampil rendah hati, bahkan pernah memberi sumbangan untuk ambulans desa dan sering hadir sebagai motivator.

Musik Player MP3 Gratis Tanpa Login, Tanpa Biaya, & Tanpa Batas

Kasus Penculikan Terbongkar

Namun, fakta terbaru mengejutkan warga. Pelaku Rencanakan Kejahatan
Dwi ikut menyusun rencana penculikan dan pembunuhan terhadap Ilham Pradipta. Polisi menemukan jasad korban di Serang Batu, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8). Polisi Tangkap Empat Pelaku
Subdit Jatanras menangkap empat orang, yaitu C, DH, YJ, dan AA. Petugas mengamankan DH, YJ, dan AA di Solo pada 23 Agustus, sedangkan C mereka tangkap sehari setelahnya di Jakarta Utara.

Peran dan Pekerjaan Dwi Terungkap

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary menjelaskan peran Dwi sebagai aktor intelektual penculikan. Pelaku Jalankan Bisnis Bimbel
Polisi menyatakan Dwi mengelola bimbingan belajar online dan berprofesi sebagai motivator. Polisi Dalami Motif
Hingga kini, penyidik terus mendalami motif serta mengurai jaringan pelaku agar kasus ini terungkap sepenuhnya.


Kesimpulan yang Dapat Dipetik

Kasus ini memperlihatkan betapa citra publik bisa menipu. Dwi yang dikenal dermawan, rendah hati, dan aktif memotivasi orang justru merencanakan kejahatan besar. Fenomena ini mengajarkan bahwa masyarakat perlu lebih waspada dalam menilai seseorang, terutama yang menampilkan kesan baik di depan umum. Kejahatan sering kali berakar pada motif tersembunyi seperti dendam, keserakahan, atau tekanan ekonomi.
Selain itu, kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini terhadap indikasi kriminal, meskipun pelaku terlihat sukses dan berpengaruh. Penegak hukum perlu terus memantau jaringan kriminal yang memanfaatkan posisi sosial untuk menjalankan aksi. Publik juga harus berhati-hati agar tidak mudah percaya pada tawaran investasi, bantuan, atau kemitraan dari sosok yang hanya bermodal popularitas.
Akhirnya, kasus ini menjadi peringatan bahwa integritas tidak diukur dari status sosial, kekayaan, atau kebaikan yang terlihat, melainkan dari kejujuran dan moralitas yang sesungguhnya.

Baca Juga : Kakek 67 Tahun Tewas Dibacok Dukun di Sumut,

Exit mobile version