Majalahbet, Jakarta – Seorang pria berinisial MS (38) nekat menghabisi nyawa ibu kandungnya, Suharni Lubis (61), di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). MS merasa kesal karena Suharni sering memarahinya, terutama terkait perilaku buruknya yang menggunakan narkoba. Tanpa ragu, MS menyerang ibunya sendiri saat sang ibu tertidur lelap di ruang tamu rumah mereka.
Warga Temukan Jasad Korban Bersimbah Darah
Pada Kamis (31/7) sekitar pukul 06.30 WIB, sejumlah warga mendatangi rumah korban setelah merasa curiga dengan kondisi sekitar. Saat masuk, warga langsung menemukan jasad Suharni tergeletak bersimbah darah di lantai ruang tamu. Sebilah parang masih tergeletak di samping tubuh korban, memicu dugaan kuat bahwa seseorang telah membunuhnya dengan senjata tajam tersebut.
Pelaku Bacok Ibu Sendiri dengan Parang dari Dapur
Kapolres Madina AKBP Arie Paloh menjelaskan bahwa MS mengambil parang dari dapur rumah, lalu membacok kepala, leher, dan pergelangan tangan ibunya secara brutal. MS menyerang korban berulang kali saat sang ibu tertidur. Polisi menyatakan bahwa pelaku dengan sengaja memilih malam hari untuk melancarkan aksinya agar tidak mendapat perlawanan.
Motif Terkait Nasihat Sang Ibu soal Narkoba
AKBP Arie Paloh menambahkan bahwa Suharni kerap menasihati MS agar berhenti mengonsumsi narkoba. Namun, MS justru merasa tersinggung dan sakit hati karena sering dimarahi. Ia tidak menerima teguran itu dan melampiaskan amarahnya dengan membunuh sang ibu secara keji.
Polisi Tangkap Pelaku dan Lakukan Pemeriksaan
Pihak kepolisian berhasil menangkap MS tidak lama setelah penemuan mayat. Petugas kemudian memeriksa pelaku dan sejumlah saksi untuk mendalami motif dan kronologi kejadian. Hingga kini, polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk memproses pelaku secara hukum.
Kesimpulan: Kekerasan Tak Pernah Menjadi Jawaban
Peristiwa tragis ini menunjukkan bahwa konflik keluarga dan penyalahgunaan narkoba dapat berujung pada tindakan keji jika tidak ditangani secara bijak. Nasihat yang seharusnya menyelamatkan justru memicu kekerasan akibat emosi tak terkendali. Aparat mengingatkan masyarakat untuk segera mencari bantuan ketika menghadapi tekanan mental atau konflik keluarga, agar tragedi serupa tidak terulang kembali.
Baca Juga : Fachrudin Cekik Istri hingga Tewas lalu Nusa Tenggara Barat