Majalahbet, Jakarta – Seorang pria berinisial AKT (43) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diduga menikam Kepala Desa Salebba, Munsir (53), hingga meninggal dunia. Aksi kekerasan ini terjadi karena pelaku merasa dendam setelah calon yang didukungnya kalah dalam Pilkades sebelumnya.
Polisi Temukan Motif di Balik Peristiwa Tragis
Kepala Bidang Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, menjelaskan bahwa pelaku memiliki hubungan pribadi yang penuh emosi dengan korban. Rayendra mengatakan, AKT merupakan pendukung salah satu calon kepala desa yang kalah dalam Pilkades. Rayendra menduga, perasaan kecewa dan sakit hati akibat kekalahan itu mendorong pelaku untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap Munsir.
Polisi Tangkap Pelaku dan Periksa Lebih Lanjut
Pihak kepolisian segera menangkap pelaku setelah kejadian. Rayendra mengonfirmasi bahwa polisi mengamankan AKT di Mapolres Bone untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik akan memeriksa pelaku secara mendalam guna mengungkap lebih jelas latar belakang dan alasan perbuatannya.
Saksi Mata Ceritakan Kejadian Mencekam
Seorang saksi berinisial AB yang menyaksikan langsung insiden tersebut menceritakan bahwa AKT menikam Munsir di area perkemahan. AB mengatakan, warga segera membawa korban ke rumah sakit, tetapi Munsir akhirnya meninggal dunia karena luka tusuk yang parah di dada.
Kejadian Terjadi Saat Kegiatan Perkemahan 17 Agustus
Peristiwa penikaman terjadi pada Sabtu malam (16/8) sekitar pukul 23.00 Wita, saat warga Desa Pattimpa tengah menggelar perkemahan untuk merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengonfirmasi bahwa polisi telah menangkap pelaku dan kini sedang memproses kasus tersebut.
Kesimpulan
Insiden tragis ini mengungkapkan dampak dari ketegangan politik dalam Pilkades yang berujung pada kekerasan. Meskipun pelaku merasa dendam karena kekalahan calon yang didukungnya, tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun. Pihak kepolisian terus menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan keadilan bagi korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Baca Juga : Pria di Bener Meriah Aceh Bacok Anak hingga Meninggal Dunia