Majalahbet, Jakarta – Kakek berinisial A (70) membunuh Karna (96), seorang veteran yang tinggal di Kampung Cilongkeang, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. A merupakan tetangga korban. Anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota langsung menyelidiki kasus ini.
Pelaku Siapkan Daftar Target
Polisi menemukan fakta mengejutkan: A ternyata sudah menyusun daftar target pembunuhan. Dari catatan yang polisi amankan, A mencantumkan tujuh nama dalam daftarnya, dan Karna berada di urutan ketujuh. A menuduh orang-orang dalam daftar itu sebagai pencuri yang pantas dia bunuh.
Polisi Duga Pelaku Alami Gangguan Jiwa
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa A mengalami gangguan jiwa. Polisi menduga A menderita stres berat. Dalam pengakuannya, A mengaku siap menggorok siapa pun yang dia anggap sebagai pencuri. Polisi berencana melibatkan tim ahli dari Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi kejiwaannya.
Pelaku Bunuh Kucing karena Dianggap Pencuri
A juga membunuh kucing sebelum membunuh Karna. Ia memukul kucing tersebut karena menganggap hewan itu suka mencuri makanan. Polisi menyebut perilaku ini sebagai bagian dari gangguan mental yang A alami.
Pelaku Kerap Berulah di Lingkungan
A sudah lama menunjukkan perilaku kasar. Dua bulan lalu, A memukul istrinya tanpa alasan. Ia juga pernah mengejar anaknya dengan golok dan merusak makam di dekat rumahnya. Warga menyebut A sebagai pribadi tempramental.
Polisi Belum Tetapkan Pelaku Sebagai Tersangka
Polisi belum menetapkan A sebagai tersangka. Mereka menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan sebelum mengambil keputusan hukum lebih lanjut. Saat ini, polisi menahan A di ruang terpisah agar tidak membahayakan tahanan lain.
Keluarga Korban Tolak Pelaku Kembali
Endang, menantu Karna, mengaku A sering marah saat keluarganya mengurus kebun. A bahkan pernah membongkar toren milik anaknya karena takut dicuri. Endang dan keluarganya tegas menolak A kembali ke kampung setelah peristiwa tragis ini.
Baca Juga : Bunuh Pegawai Koperasi karena Sakit Hati Lampung Selatan