
Empat Pria Bunuh Petani di Bone Gara-Gara Hasil Panen Jagung
Agustus 21, 2025Majalahbet, Jakarta – Empat pria melakukan aksi keji dengan menganiaya seorang petani berinisial SD (68) hingga meninggal dunia di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terjadi akibat perselisihan sengit terkait pembagian hasil panen jagung. Setelah insiden mengerikan itu, para pelaku memilih menyerahkan diri ke Polsek Ajangale. Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan menegaskan bahwa konflik muncul karena korban tetap mengklaim tanah panen tersebut sebagai warisan orang tuanya, sementara pelaku merasa berhak atas sebagian hasil panen.
Pertengkaran Dimulai dari Teguran Istri Korban
Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (19/8) sekitar pukul 09.30 WITA di Dusun Bentengge, Desa Leppangeng, Kecamatan Ajangale. Saat itu, dua pelaku, SP dan AM, sedang memuat jagung di lokasi. Istri korban, S, mendatangi keduanya dan menegur agar mereka membagi hasil panen secara adil. SP dan AM merasa tersinggung karena S terus-menerus mengingatkan hal yang sama, meskipun mereka sudah berencana membagi hasil panen. Perdebatan semakin memanas hingga S bergegas memanggil suaminya, SD, untuk datang ke lokasi.
SD datang membawa parang untuk menegaskan posisinya. Ketika melihat SD bersenjata, para pelaku tidak tinggal diam. AJ dan AK memukul SD bertubi-tubi menggunakan kayu, sedangkan AM menyerang dengan parang hingga menebas tangan kanan korban sampai putus. Pertarungan singkat itu berubah brutal ketika pelaku melukai kepala, punggung, pinggang, dan jari-jari korban dengan kekerasan yang tidak manusiawi.
Korban Tewas di Lokasi, Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri
Korban tidak sempat mendapatkan pertolongan medis karena meninggal seketika di lokasi akibat luka yang terlalu parah. Setelah melakukan aksi berdarah itu, para pelaku sempat kabur, namun tidak lama kemudian mereka menyerahkan diri ke Polsek Ajangale. Polisi segera menginterogasi para pelaku. SP mengaku tidak ikut memukul, namun ia tetap berada di lokasi dan melihat seluruh kejadian. Polisi kini menahan keempat pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kesimpulan
Tragedi ini menunjukkan bahwa konflik sederhana terkait pembagian hasil panen bisa berubah menjadi bencana besar ketika emosi menguasai akal sehat. Polisi mengimbau warga untuk mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan masalah agar peristiwa serupa tidak terulang.
Baca Juga : Pria Paruh Baya di Babel Tewas Ditusuk, Polisi Ungkap Motif