Cekcok Berujung Maut, Fachrudin Cekik Istri hingga Tewas lalu Serahkan Diri

Cekcok Berujung Maut, Fachrudin Cekik Istri hingga Tewas lalu Serahkan Diri

Agustus 5, 2025 0 By majalahbet

Majalahbet, Jakarta  – Fachrudin Azzahidi (36) membunuh istrinya sendiri, Baiq Miranda Puspa Fratiwi (28), di rumah mereka di Lingkungan Kekere Barat, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Aksi itu terjadi pada Minggu (3/8/2025) setelah keduanya terlibat cekcok akibat dugaan perselingkuhan.

Cekcok Rumah Tangga Berujung Maut

Sekitar pukul 08.00 WITA, Miranda tiba di rumah usai bekerja. Fachrudin langsung menegur dan menuduh istrinya berselingkuh. Keduanya terlibat pertengkaran sengit. Saat Miranda hendak meninggalkan rumah, Fachrudin mencegahnya dan menarik korban ke tempat tidur.

Toko Game Online Terpecaya

Fachrudin Piting Leher Istrinya Hingga Lemas

Fachrudin memiting leher Miranda dengan kuat. Meskipun Miranda sempat meronta, Fachrudin tetap memeluk dan menahan istrinya hingga tubuh korban lemas. Setelah beberapa saat, Fachrudin mengira istrinya hanya pingsan.

Pelaku Panggil Keluarga Setelah Korban Tak Sadarkan Diri

Fachrudin kemudian menyelimuti tubuh Miranda dan menunggu istrinya sadar. Namun, ketika korban tak menunjukkan tanda-tanda bangun, Fachrudin memanggil adiknya. Sang adik lalu menghubungi kakaknya yang merupakan seorang dokter. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menyatakan Miranda telah meninggal dunia.

Musik Player MP3 Gratis Tanpa Login, Tanpa Biaya, & Tanpa Batas

Musik Player MP3 Gratis Tanpa Login, Tanpa Biaya, & Tanpa Batas

Fachrudin Menyerahkan Diri ke Polisi

Sadar telah membunuh istrinya, Fachrudin mendatangi Polres Lombok Tengah dan menyerahkan diri. Polisi kemudian mengamankan pelaku, sementara keluarga membawa jenazah Miranda ke RS Bhayangkara Mataram untuk proses visum dan autopsi.

Polisi Lakukan Pemeriksaan dan Olah TKP

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, Iptu Luk Luk Il Maqnun, menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa Fachrudin dan melakukan olah TKP. Polisi juga meminta keterangan dari beberapa saksi untuk mengungkap lebih lanjut motif dan kronologi peristiwa tersebut.

Kesimpulan: Emosi Tak Terkontrol Berujung Tragis

Kasus ini mencerminkan bagaimana emosi yang tak terkendali dan konflik dalam rumah tangga bisa berakhir dengan kematian. Satu nyawa melayang, satu keluarga hancur, dan pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Baca Juga : Tino Bacok Teman Sendiri Hingga Tewas karena Emosi tragedi