Siswa SD Meninggal Setelah Diduga Dikeroyok Teman Usai Ujian Kelulusan

Siswa SD Meninggal Setelah Diduga Dikeroyok Teman Usai Ujian Kelulusan

Juni 1, 2025 0 By majalahbet

Majalahbet, Jakarta – Seorang siswa kelas VI dari SDN di Kota Makassar meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama lima hari di tiga rumah sakit berbeda. Keluarga MRA menduga bahwa MRA menjadi korban pengeroyokan oleh teman-temannya. Mereka langsung menanyakan kepada korban siapa pelaku pengeroyokan tersebut.

Keluarga Menanyakan Identitas Pelaku kepada Korban

Bibi korban, berinisial D, mengungkapkan bahwa ia bertanya langsung kepada MRA sebelum meninggal di rumah sakit. Ia menanyakan siapa yang memukulnya. MRA menjawab bahwa pelaku berasal dari teman-temannya.Korban tidak menyebutkan nama saat ditanya berapa orang yang mengeroyok, tetapi memberi isyarat dengan menaikkan tiga jari. D lalu menanyakan siapa saja yang menganiaya, dan MRA menyebutkan ada dua murid SD dan satu siswa SMP. Meski mengenal para pelaku, korban tidak menyebutkan nama mereka.

Toko Game Online Terpecaya

Penganiayaan Terjadi Setelah Ujian Sekolah

Pengeroyokan secara beramai-ramai terjadi pekan lalu, tepat setelah MRA mengikuti ujian akhir sekolah. D menjelaskan bahwa anak tersebut dipukul di luar sekolah, di depan gerbang saat pulang dari ujian. Ia menambahkan bahwa MRA masih menjalani ujian saat kejadian berlangsung.

Luka dan Luka Bekas Sulutan Rokok Dialami Korban

Akibat pengeroyokan itu, MRA merasa sakit di bagian dada dan mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Ia juga memiliki luka bekas sulutan rokok di bagian belakang tubuhnya. D merasa kasihan melihat luka-luka korban. Ia menambahkan bahwa MRA, yang merupakan anak pendiam, tidak mau mengungkapkan siapa pelaku pengeroyokan, meskipun ia tahu siapa mereka.

Korban Dirawat di Beberapa Rumah Sakit Sebelum Meninggal

Sebelum meninggal dunia, MRA menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelamonia, Rumah Sakit Sitti Fatimah, dan Rumah Sakit Islam Faisal. Karena kondisinya semakin memburuk, dokter di Rumah Sakit Islam Faisal menyatakan bahwa MRA meninggal dunia pada Jumat, 30 Mei 2025. Setelah meninggal, keluarga membawa jenazah MRA ke rumah duka di Kecamatan Makassar.

Keluarga Melaporkan Kejadian ke Polisi dan Serahkan Barang Bukti

Keluarga MRA melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Makassar dengan laporan penganiayaan yang menyebabkan kematian. Mereka menyerahkan barang bukti, termasuk pakaian sekolah korban yang robek saat pengeroyokan. Polisi membawa jenazah MRA ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk autopsi. Hingga saat ini, polisi belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang kejadian ini.

Baca Juga : Guru SD di Cirebon Jadi Korban Penculikan dan Penganiayaan, Pelaku Empat Orang